Korea · Travel

Autumn in Korea #Day 1

Okay, so it was Wed, 9th of November 2016.

Hari itu aku nggak cuti, tapi udah sounding ke senior di kantor kalau aku izin cabut habis maghrib. Semua barang udah ku masukkan ke koper dengan rapi, in fact aku udah pakai baju yang akan ku pakai terbang ke Korea, tapi kopernya masih di kosan. Jarak dari kantor ke kosan nggak jauh, tapi aku pakai ojek karena habis maghrib daerah kuningan macet banget. Setelah solat maghrib, sekitar jam 6.30 aku otw bandara pakai taksi.

I supposed to arrived di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta paling telat 8.30 pm, karena flightnya 11.15 pm. Awalnya agak khawatir karena sempet macet di tol, tapi ternyata I made it, dan sampai di tempat ngumpul deket Old Town White Coffee sekitar 8.15 pm. Sesampainya di tempat ngumpul aku disambut oleh Mas Masa, Tour Leader kami di Korea nanti. He handed me my passport, sama satu paperbag isinya additional travel bag dan travel guide dari Smailing Tour. Well, I didn’t plan to mengembangbiakkan barang bawaanku sih tapi lumayan dapet free travel bag yang ternyata gede banget pas dibuka haha.

Nggak lama dari aku sampai (looks like i was the last one to come lol), kami check in. I was just goin’ to buy Iced Hazelnut Coffee di Old Town White Coffee (LIKE ALWAYS, AS I LOVE IT SO MUCH IT’S SOOOO GOOD YOU GUYS SUD TRY IT), tapi karena udah disuruh masuk ya apa boleh buat. Tapi ternyata di dalem ada! Haha never know kalau di dalem juga ada Old Town hehe. Berhubung boarding masih satu jam lebih, jadi sekalian aja aku beli sandwich cos I was starving, and my all time fave iced hazelnut coffee ofkors. Aku ke Old Town sama Jessy, my roommate (and apparently chairmate juga di airplane) for the next 5 days hehe.

Agak lama nunggu di ruang tunggu, but it was okay ‘cos then I got much time to get to know other members di group tour ini. There was a lovely mother with her two daughters, si kakak, Hanna, two years older than me, also wearing hijab. Si adek (namanya Shabrina but all I remember is calling her Adek lol) seumuran sama adek originalku di rumah, which means two years younger than me. Si tante, she is really nice to me, walaupun sejak kenalan Beliau manggil aku Nisa, but its okay aku bakal nengok anyway haha gatau juga kenapa Beliau bisa manggil Nisa padahal I told her my name’s Clara (well it’s Clara Chairunnisa sih, but I didn’t bother tell her my full name lol). We got along so well in no time. Yayy, langsung punya temen baru, mamah baru, kakak dan adek baru, feels like I’m not alone anymore! 🙂

Okay so long-story-short, we got on the plane. I was enjoying the flight; listening to my playlist then sleep, terus kebangun sekitar jam 5 pagi untuk solat subuh. Sekitar satu jam sebelum landing (seingetku landing sekitar 7.30 am), breakfast dibagikan. So I finished my breakfast, touch up make up dikit, pakai softlenses, dannnn kami pun mendarat di Seoul. So, I’m here!! Yep, here in South Korea. All by myself. Lol. Okay uhh.. let’s not focus on the alone or lonely thingy. So here’s my first pic di Korea. Looks healthy and…. fine. Righttt?

img_8256

And oh, they offer us coupon book yang berisi kupon dan list Halal Restaurant Week begitu kami keluar dari pesawat. Kemudian kami naik kereta bawah tanah dalam Incheon Airport, and after went through the immigration dan ambil bagasi, kami ke ruang tunggu. Di sana kami disambut oleh dua orang lokal, Jeffry dan Michael (I think they told us their Korean name but I forgot the second after they said it lol). Jeffry akan jadi pemandu wisata selama kami di Korea, ditemani Mas Masa. Sambil nunggu bus, aku dan sebagian besar member grup beli SimCard, merek Olleh by KT (Korea Telecom). Aku beli paket unlimited internet untuk 5 hari seharga 27,500 Won (sekitar 350 ribuan). Awalnya Hanna usul untuk nyewa wifi router aja, bayarnya patungan, terus dipakai bareng-bareng. Tapi gajadi karena pertimbangannya rada males balikinnya, takutnya buru-buru juga nanti pas pulang, jadi kami beli SimCard masing-masing. Untuk aktivasi SimCardnya di iPhone 6 sih cepat dan cukup mudah ya, I got the brochure di situ ada semua cara untuk installnya. I lost my brochure but it was overall like this below (I got this from KT official website jadi harusnya bener yah):

  • Petunjuk Pemasangan SimCard di Perangkat Android:

img_7831

  • Petunjuk Pemasangan di Perangkat iOs:

img_7832

Sekedar tips, kalau nanti masih belum ke install, coba restart deh, atau kalau perlu cabut simcardnya terus masukkin lagi, siapa tau masangnya nggak pas jadi nggak kebaca.

Setelah itu, ga lama bus kami datang. Bus ini yang akan bawa kami ke mana-mana selama di Korea, semacam bus pariwisata gede gitu. Karena kami cuma berduapuluh, so we got plenty empty seats dan aku milih di paling belakang supaya leluasa foto-foto pemandangan (and I don’t really have to mingle with others lol).

img_8257

Sepanjang perjalanan, Jeffry memperkenalkan dirinya, Michael, dan Pak Supir, kemudian dia cerita beberapa hal tentang Korea, tell some jokes and throw some quiz. Jadi Jeffry ini bisa bahasa Indonesia, lumayan lancar. Secara dia kuliah bahasa Indonesia di Fakultas Ilmu Bahasa (FIB) Universitas Indonesia. Hmm sering makan di Takor nih orang haha. So I thought dia bakal ngomong bahasa Inggris tapi ternyata all the way dia pakai bahasa Indonesia, kalau dia nggak ngerti banget baru I spilled it out in English.

img_8261

img_8277

Nah, sambil ngoceh-ngoceh lucu (kebanyakan cerita pengalaman pribadinya sih hahaha), Jeffry juga membagikan sebungkus snacks dan air mineral ke setiap member. I was so lost with myself and the view outside, so I didn’t really pay attention to him, lol sorry Jeff. Sejauh ini yang kuinget cuma, cara baca kota Seoul. Bukan as it is ada e-nya, seperti yang sering ku dengar banyak orang Indo says it, tapi bacanya literally So-ul (you might wanna check this out to be clear). Wkwk lucu uga ya.

Sejauh ini sih pemandangannya masih biasa aja ya haha. Belum bisa bikin aku kayak ‘uwaw’ atau ‘widiih’ gitu sih. Kebetulan cuaca di luar memang agak mendung gitu, so it wasn’t a really great time to take some pics. Tapi okelah, langsung terasa autumnnya hehe.

img_8260

img_8259

Okay, so the first place we visited was:

1. Kim & Kimchi School

img_8276

Jadi pas rombongan masuk ke dalam, langsung disambut sama ibu-ibu pakai baju Korea dengan apron gitu, dan Beliau mulai menjelaskan mengenai Kimchi; sejarahnya, bahan yang digunakan, khasiatnya, cara makannya, jenis-jenisnya, dan sebagainya (I didn’t take notes, she talked fast, and I don’t remember much so…hahah you might wanna check this out kalau mau tau banyak soal Kimchi)

Selanjutnya, kami diajak masuk ke dalam untuk belajar membuat Kimchi. Pas naik ke lantai 2, kami melewati semacam wax figures yang menggambarkan proses budidaya rumput laut, mulai dari pas ngambil dari laut, waktu mencetak jadi lembaran persegi, dan proses pengeringannya, as shown below:

Lalu kami masuk ke suatu ruangan, dengan meja panjang berbentuk U dan setiap orang dapat apron masing-masing serta piring dan bahan keperluan untuk membuat Kimchi. Begitu masuk, kami dipersilahkan untuk mencicipi segelas cairan putih (I didn’t really pay attention minuman itu terbuat dari apa, katanya itu enak dan sehat sekali, tapi seingatku itu dari lobak dan jahe?) Pas denger itu pakai jahe, aku udah berniat untuk nggak minum, tapi karena ditungguin untuk minum dan diliatin sama semua orang seruangan, akhirnya aku minum sampai habis (setelah sebelumnya siap-siap untuk gak muntah dan sengaja gak menghirup baunya), itung-itung pernah ngerasain minuman khas Korea ya kan. And turned out it did not taste that bad. THANK YOU MY LORD. Kemudian, kami juga mencicipi bersama-sama semangkok nasi hangat campur rumput laut (called Kim in Korean or Nori in Japanese), yang dibuat kepalan-kepalan kecil seukuran bakso kecil kemudian dimakan, INI ENAK BANGET BENERAN.

Selain itu ada juga sepiring bahan yang biasa digunakan untuk membuat Kimchi, yaitu lembaran rumput laut, sawi putih, cumi-cumi, lobak, dan jahe (ow-em-ji, iyuh), yang sudah dicampur semacam sauce gitu jadi warnanya merah semua. I tasted only cumi with the sauce. Sebagai orang yang gabisa makan Kimchi, this one was bearable.

dscf0614

Kemudian, kami mulai diajari cara membuat Kimchi. Basically sih gampang ya. Pertama, olesin bumbunya ke sawi putih secara merata (bumbunya sudah diracik jadi aku gak diajarin bikin bumbu Kimchinya). Pastikan semua sisi sawi putih sudah dibaluri bumbu. Now it’s gettin’ tricky ketika disuruh menggulung sawi putih yang sudah dibumbui. Apparently mine was considered succeed lol. Check this out.

img_8282

So. Learning to make Kimchi? Checked! Learning to eat Kimchi? Nope, na-ah. NEVER (didn’t even put it on the list lolll)

Next! Kami diantar turun ke lantai 1, di sana ada tempat penyewaan Hanbok (sudah included dari travel jadi ga bayar lagi) dan tempat photoshoot (you know, with the painted walls as background, props, and everything). Selain itu, di lantai yang sama dijual berbagai pernak-pernik dan makanan khas Korea, baik yang untuk makan di tempat maupun untuk dibawa pulang dan cocok buat oleh-oleh. Didn’t buy anything, but I took some pictures wearing pretty pink Hanbok, beautifully matching my hijab, chosen by the pretty staff who helped me wear it. Michael also took some pics of me with his big-lensed camera.

Setelah semua puas foto-foto, kami dipersilahkan kembali ke bus untuk pergi ke tujuan berikutnya, yaitu lunch! Yuhuuu. But ofkors, taking pictures won’t hurt anybody!

So that’s it from Kim & Kimchi School visit. Neeext!

2. Dino Meat Grill House

Okay. So. Pas denger nama restorannya–no, I mean when I saw the board sign outside the restaurant (lol I didn’t pay attention to Jeffry again when he told us where’d we go), terus pas masuk ke dalam kami melewati daging-daging yang dipajang di frozen etalase, I was like, YEESSS PRETTY MEATY COME TO MOMMY! Superrrr drolling I’m glad I didn’t take any selfie pasti nggak banget ekspresinya kayak mau makan orang hahah. Tapiii, sad 😦  ternyata menu yang akan kami makan adalah Shabu-Shabu. Ku pikir tadinya bakal BBQan huhu.

Well, gapapa deh, yang penting daging hahah. Pas masuk ke resto, kami duduk berkelompok, satu meja 4 orang tapi ada yang digabung juga jadi 10 orang di meja panjang. Model duduknya semacam tradisional gitu, jadi kami duduk lesehan di bantalan (in Japan called zabuton tapi di Korea aku gak tahu apa sebutannya haha). Di meja sudah tersedia hotpot yang menyala berisi daging, daun bawang, sawi, sayuran lainnya, dan jamur enoki di atasnya, yang direndam dalam kuah kaldu. Gak lama, waiters datang dan menyajikan nasi putih hangat, satu mangkok per orang, serta side dishes seperti kimchi, sesuatu mirip kimchi (haha sorry I didn’t ask what it was because I surely wouldn’t eat it anyway), kacang hitam, rumput laut, dan semangkuk sayuran segar. Di meja juga udah ada botol besar berisi air mineral dingin–ini nih yang aku suka banget about eating in Korean resto in Korea. They always serve us cold water! Yes. I don’t drink hot water hahah. Jadi happy banget ngeliat botol besar berisi air dingin. Oh iya, sebelumnya aku sempet googling nama restonya, and almost every review kasih high stars, around 4.6 – 5 stars! Wow! *super drolling*

dscf0663

dscf0658

I was so lucky aku duduk semeja bareng Tante Sendy dan keluarga (she brought her big sister and her mom, so cute!). Kenapa lucky? Karena Tante Sendy tipe yang (I assume) menjaga berat badannya, kakaknya juga, dan mamahnya nggak makan daging so she ordered a bowl of veggie soup instead) HELL YEAH THANKS FOR LETTING ME EAT THOSE MEAT TANTE! Super luv!

Okay, semua kenyang semua senang! Kami pun masuk ke bus dan berangkat ke destinasi selanjutnya.

3. Jeju Island

Jadi perjalanan selanjutnya adalah ke Jeju Island. Kami di antar menuju Seoul Gimpo (GMP) Airport untuk terbang ke Jeju dengan JejuAir. Penerbangannya nggak begitu lama, mungkin sekitar 2,5 jam. Cuaca di luar mendung dan gerimis kecil. But hey, welcome to Jeju! Can’t wait to explore your beauty!

img_8326

Kemudian kami naik ke bus pariwisata yang serupa dengan yang kami naiki di Seoul sebelumnya. Perjalanan pun di lanjutkan, menuju tempat dinner! Well, I was super excited karena mulai kedinginan (walaupun di bus hangat karena, well.. ada mesin penghangat haha), dan katanya kami akan makan sup abalone. Katanya abalone itu mahal, budidayanya lumayan susah, khasiatnya banyak, kalau lagi sakit makan sup itu jadi bertenaga, dll dll. Okay, I admit I didn’t know wtf is abalone (dan gak tertarik untuk google it juga lol). And I was like, yaudah ngga sih yang penting makan?

Hmm aku nggak sempet foto nama restonya karena dingin banget dan udah gelap di luar, jadi buru-buru masuk ke dalam. Lagi-lagi model duduknya semacam lesehan dan pakai zabuton. Kami pun duduk berkelompok seperti sebelumnya, dan aku sekelompok lagi sm Tante Sendy uyeay!

Tapiiii, ternyata uyeay-ku barusan nggak begitu lama bertahan, hilang seketika pas makanan disajikan di atas meja. Jadi supnya tuh dimasak di hotpot gede, terus side dishes, nasi putih hangat, dan air putih dingin pun disajikan di atas meja. Nih penampakannya:

dscf0677

dscf0678

SO. THAT THING CALLED ABALONE HUH? NO, THANK YOU.

Yang bikin lebih geli gimana gitu adalah…. abalonenya masih hidup pas dimasak di hotpot huhuhu. Gerak-gerak jorok gitu 😦  Sebenernya aku videoin (dan waktu itu snapchat juga) tapi terlalu geli jadi gak mau aku upload di sini hahah. Aku denger di meja sebelah, mereka juga (terutama si mamah baru) juga engga kuat makan abalone, cuma Hanna sama adek yang berani hahah. Mamah dan Jessy makan rendang buatan mamahnya Jessy yang selalu dibawa kemana-mana di tasnya Jessy. Aku juga ditawarin sih, dan sempet kebayang enaknya nasi panas-panas pakai rendang. Tapi ah, masa udah jauh-jauh ke Korea makannya rendang sama nasi? Hahah (BUT I STILL WON’T TOUCH THE ABALONE TITIK).

Untungnya, ternyata ada octopus (uyeay octopus!!!) juga di dalam hotpot. Well, dan ada makanan normal lainnya juga sih seperti toppoki, tahu, kerang hijau, udang, dan sayuran. Tante Sendy dan keluarga bisa (dan actually mereka excited) makan abalone, so (OMG THANK U LORD) aku mempersilahkan Tante Sendy sekeluarga makan abalonenya, sebagai gantinya aku dapat semua guritanya muhahahaha. Luv u Tante Sendy!!

Setelah kenyang, kami kembali ke bus. Oh, sebelum ke bus, di sebelah restoran ada semacam minimart gitu. Aku dan yang lain mampir sebentar untuk jajan. Aku beli snack dan the famous korean banana milk! Hehehehehe happy!

img_8327

Kemudian kami pun di antar ke hotel. Malam ini (dan selama di Jeju Island) kami stay di Jeju S Hotel (3 stars), di daerah Sinjeju, deket banget dari airport. Aku dan Jessy tidur sekamar. The hotel room was decent and nice, the pillow was so fluffy. Seingetku pas sampai hotel masih jam 8 atau 9 malam, jadi maunya main-main dulu ke kamar tetangga (read: kamar mamah, kakak, dan adek baru lol), mau ocip-ocip lucu. Tapiii, karena besok pagi-pagi udah disuruh siap, jadi kami harus tidur cepat malam ini (kayak bisa aja haha).

Soooo, that was my first-day stories in Korea! Next, exploring Jeju Island! Yeay! So, I see you in my next post!

Luvvv,

Clara

Korea · Travel

Autumn in Korea #Preparation

So. Okay. 

Perjalanan ke Korea kali ini disponsori oleh: KEGALAUAN HAQIQI. Lol, canda. Jelas disponsori oleh kocek pribadi, yang memang dipersiapkan untuk liburan tahun ini (2016). Yea, I simply need a holiday. (Really? It was THAT simple?) Hell no. Absolutely not. But then bakal jadi super panjang curhatnya, so we’ll skip that one.

So, I love doing things alone, tapi untuk liburan ke luar negeri literally sendirian, ini pertama kalinya. So why Korea? (Udah jelas kan ya ini ke Korea Selatan, kalau Korea Utara I might not be here alive to tell you guys what happened there lol). Okay, jadi jawaban dari pertanyaan kenapa Korea, adalah, I don’t know, aku pun bingung kenapa Korea. Haha sebel gak?

So actually I hate Korea (sorry fellow K-Pop fans, you are all great and like, super cool, it’s just me and myself, so.. no offense). Semua tentang Korea, I hate it. You name it deh, dari bahasanya, muka orang-orangnya, lagu-lagunya (walaupun I listen to some Korean songs misalnya 2NE1 Fire, Lonely, sama apa tuh yang liriknya “Ne ga ching calaka~” wkwk gatau deh nulisnya gimana, BigBang Blue, Love Song, sama Psy yang Daddy). Oke, sebenernya bukannya aku benci semua hal tentang Korea, tapi I just don’t like it. Terutama sama cowok-cowoknya yang kecewek-cewekan banget sih. Apalagi kalau udah joget…. OMG dragon (astaganaga).

Seenggak suka itu, sampai aku pernah pergi ke SchoolFood di Lotte Avenue untuk beli Cheese Toppoki (it was delicious, by the way), tapi cuma karena di SchoolFood selalu disetel lagu-lagu K-Pop, they even have one big screen gitu yang nyetel video klip K-Pop, aku sampai harus take away makananku dan makan di kursi yang buat duduk-duduk itu, yang deket eskalator. All that hassle cuma karena gak mau makan sambil diiringi lagu K-Pop lol.

Okay, so long-story-short, awalnya aku maunya liburan ke Mauritius tapi gagal (ini ceritanya agak panjang kenapa gagal, so I might gonna write another post about it), terus pilihannya ganti antara ke Turki, New Zealand, Azerbaijan & Kazakhstan, Dubai, tapi batal juga, dan pilihan terakhir antara Jepang sama Korea. Planning ini aku buat di bulan Oktober, lumayan mepet karena aku harus pergi bulan November. Kenapa harus November? Ini juga panjang (dan bikin males) ceritanya, tapi intinya aku gak mau ada di Indonesia bulan November. Sebelumnya, untuk Mauritius aku rencanain semuanya sendiri, mulai dari bikin itinerary, cari tiket pesawat, tour guide, hotel dan lainnya, tapi untuk Jepang atau Korea aku memilih untuk pakai travel aja karena lebih praktis as I don’t have to plan anything, tinggal bayar doang and do what they tell me to do. Jadi aku pergi ke beberapa travel agent, waktu itu aku ke HIS Travel di FX Sudirman, terus ke Dwidaya Tour di Grand Indonesia, sempet googling-googling Panorama Tour dan berbagai travel agent lainnya, dan akhirnya, aku ke Garuda Indonesia Travel Fair yang diadakan tanggal 7-9 Oktober 2016 di Jakarta Convention Center, Senayan (aku datang di hari terakhir).

Masih dengan tujuan Jepang atau Korea, walaupun sempat kepikiran mau naik cruise aja muterin Malaka, Malaysia, Singpore, atau Thailand dan ngajak adek, cuma gajadi karena tanggalnya kurang pas. Pilihanku akhirnya condong ke Korea, travelnya pakai HIS Travel atau Smailing Tour. Untuk tanggal dan harga, hampir semua travel menawarkan harga yang competitif, masing-masing kasih keunggulan tersendiri. Pilihanku jatuh ke HIS Travel dan Smailing Tour karena tanggalnya pas, terus tempat-tempat yang mau dikunjungi juga cukup komplit, dan harganya menarik. Bedanya kemarin cuma kalau di paketnya HIS Travel ada Nanta Show dan dinner di Han River Cruise, sedangkan di Smailing Tour ada main-main di Everland. Kalau cuma mempertimbangkan itu sih, aku condong ke paketnya Smailing Tour karena ada ke Everland. Pas googling Everland itu apa dan keluarnya “Everland is South Korea’s largest theme park” wohohoho adrenalin langsung naik ngebayangin naik roller coasternya dan yesss I think I’ll go with this one!

Taaapiiii, jeng-jeng-jeng. Inilah sedihnya kalo travelling sendirian tapi nyarinya group tour karena gamau rempong: ada single supplement, Sodara-Sodara sekalian setanah air. Apa tuuuw single supplement? Jadi, kalau kita sendiri nih (bukan Bro, bukan artinya kalo lo single. Mbak-mbak travelnya mana peduli lo single apa taken!?), kan travelnya harus nyediain satu kamar untuk kita sendiri di hotel, otomatis kita bayarnya jadi lebih mahal karena bayar kamarnya sendirian, ga sharing sama orang. Jadi prinsipnya makin banyak orang yang ikutan jadi makin murah. Ini juga yang jadi alasan kenapa milih Korea instead of Jepang (selain karena jumlah harinya terlalu banyak untuk paket yang dimau, sedangkan jatah cuti tinggal dikit), karena single supplement ke Jepang 5 jeti sendiri cyin, sayang banget kan mending buat jajan atau oleh-oleh. Kalau ke Korea, single supplement cuma 3,3 jutaan. Nah, sembari mikir-mikir antara paket dari HIS Travel atau Smailing Tour, karena waktu itu udah hampir jam 3 sore (aku dateng sebelum jam 12 siang) dan udah kelaperan, akhirnya aku keluar JCC cari makan di Senayan City, tentunya sebelumnya udah babibu dulu sama mbak-mbak HIS Travel dan Smailing Tour. Aku minta mereka kabarin kalau ada yang single lainnya atau kalau ada yang mau diajak sharing biar gausah keluar uang buat single supplement. Ya kan walaupun cuma 3,5 juta, kalau bisa gausah bayar kenapa enggak, ya nggak?

Eh bener aja, emang jodoh gak kemana. Pas lagi makan, ditelvon sama mbak-mbak Smailing Tour, dikabarin kalau ada yang single dan udah setuju sharing (tentunya dia cewek karena kalo cowok ntar jadi taken beneran yeuuu). Yaudah deh aku langsung iyain, dan transfer DPnya, sekitar 3 jutaan. Enak juga bisa langsung transfer DP dan aku gausah balik lagi ke JCC.

Paket wisata dari Smailing Tour yang kupilih berangkat tanggal 9 November balik tanggal 15 November, jadi 7 hari 5 malam (7D5N), destinasinya ke Jeju Island, Mount Sorak, dan Seoul. Highlight dari paket ini adalah Jeju Island, Gyeongbok Palace,  Everland, Mysterious Road, Sunrise Peak, K-Live Show, serta dapat bonus foto group per keluarga, pakai Hanbok di Gyeongbok Palace, dan asuransi perjalanan. Pesawatnya pakai Garuda Airlines, hotel bintang 3, harga udah termasuk Airport Tax dan Flight Insurance, plus Visa Korea. Yang belum termasuk itu tip untuk tour guide selama di Korea (yang sebenernya lumayan signifikan juga sejumlah USD 44 which means sekitar 600 ribuan) dan tentu jajan-jajan dan belanja di luar program tur. Di bawah ini adalah perinciannya:

  • Tiket Garuda PP (plus tax 1%) : Rp. 8.471.880
  • Airport Tax & Flight Insurance : Rp. 4.150.000
  • Visa Korea : Rp. 650.000
  • Total biaya: Rp. 13,271,880

*catatan: harga ini dibuat pada saat nilai tukar rupiah terhadap dollar US: 1 USD = IDR 13.500

Nahh, kalau ditanya bawa uang cash berapa, ini juga dulu sempet bingung, nggak tau mesti bawa berapa untuk jajan-jajan lucu atau buat belanja. Kebetulan aku nggak terlalu into Korean make up, dan waktu itu nggak ada yang sibuk nitip barang-barang korea karena aku ke Korea gak bilang siapapun (kecuali ke keluarga) ceritanya sok misterius dan menghilang hahaha (iya tau super drama, bodoamat), jadi paling estimasi bakal habis di jajan makanan khas Korea aja, itu pun pasti cuma dikit karena aku gak suka-suka banget makanan Korea karena banyak sayurnya dan kebanyakan asem (misalnya Kimchi) haha. Waktu itu sempet ngobrol sama mas-mas Smailing Tour, dan memutuskan untuk bawa sejumlah 50.000 Won dengan 1 KRW = IDR 13 (waktu itu sih aku nukerin 1 Won = Rp. 12,8), di luar uang tip dalam bentuk USD (karena diminta begitu). Pertimbangannya, karena makan pagi siang malam ditanggung travel, gak bakal banyak belanja juga, dan kalaupun kurang ada kartu kredit. Tapi yah, sejujurnya, ternyata 50.000 Won itu sedikit bangettt hahaha. Nanti yah, di post berikutnya aku ceritain detail kenapa kok segitu itungannya sedikit, dan untung ruginya kalau bawa cash cuma sedikit.

Okay, jadi di bawah ini adalah rincian yang harus dipersiapkan untuk ngurus keberangkatan ke Korea, sebagian besar adalah persyaratan untuk dapat visa Korea. FYI, visa Korea jadinya lumayan cepet kok, waktu itu seingetku gak sampai seminggu udah jadi. Oh iya, list di bawah ini berdasarkan dokumen yang diminta sama travel agent ya, jadi disclaimer kalau ternyata untuk ngurus sendiri ada tambahan syarat atau dokumen, aku nggak tau yaa hehe.

  1. Paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan sebelum kepulangan
  2. Pas foto 2 lembar, background putih, ukuran 4×6
  3. Surat sponsor
  4. Print tabungan 3 bulan terakhir
  5. Referensi bank
  6. Form visa yang sudah ditandatangani (Form visa ini sudah dalam bentuk template dari kedubes Koreanya, nanti dikasih sama travel agent, kita tinggal ngisi terus tanda tangan)
  7. Fotokopi Kartu Keluarga
  8. Fotokopi KTP
  9. Fotokopi Akta Nikah/Cerai/Mati
  10. Surat Izin Suami (jika pergi tanpa suami)
  11. Surat Izin Sekolah (jika masih bersekolah) atau Kartu Pelajar
  12. Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT21) atau Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) (jika pemilik perusahaan)

Semua dokumen di atas harus dikumpulkan sekitar 2 minggu sebelum keberangkatan. Waktu itu aku ngirimnya pakai GoJek ke kantor Smailing Tour di Jalan Majapahit, Jakarta Pusat.

Sebelum berangkat, kami juga dibekali tips-tips seperti misalnya, info kalau soket charger di Korea itu yang mata dua (sama kayak di Indonesia), bagasi jangan lebih dari 30 kg, jangan bawa cairan di kabin pesawat lebih dari 100 ml. Terus sempet di telvon juga sama agent Smailing Tour mendekati hari keberangkatan, simply ngingetin untuk nuker duit ke Won, bawa pakaian hangat karena cuaca di Korea dingin (waktu itu di penghujung Autumn menuju Winter jadi sudah mulai dingin, tapi belum akan ada salju), dan jangan lupa bawa obat-obatan pribadi.

Well, aku sih fokus di persiapan wardrobe hahaha. Eh itu penting lho hahaha. Aku bahkan bikin list khusus dan ada riset tersendiri, misalnya, hari pertama aku akan kemana, aku akan pakai baju apa. Biar gak salah kostum, dan tentunya bisa all out kalau mau foto hahaha, dengan tanpa repot gonta-ganti baju dan tetap mengedepankan kenyamanan. Ya nggak?

Selain itu, aku juga ada bonding khusus (read: kenalan dan ngopi cantik) sama partner travelku yang mana kami dijodohkan untuk sharing kamar (ceilah) dan berkat dialah aku gak usah bayar single supplement muahaha.

Nah, jadi gitu deh cerita persiapanku untuk jalan-jalan ke Korea dengan group tour pakai jasa travel agent. Mungkin bisa jadi bayangan buat kamu-kamu yang mau traveling ke Korea sendirian, pakai group tour, atau yang mau ngurus sendiri (gak mau pakai travel agent). Ya kalau mau pakai jasa travel agent sih udah gausah terlalu repot ya haha.

So thank you for reading, kalian bisa langsung tanya-tanya aku kalau mau tau lebih detail soal contoh Surat Sponsor itu kayak apa, SPT21 wajib atau nggak, kalau nggak punya gimana, terus contoh form visa Korea kayak gimana, ngisinya susah nggak (wow banyak juga ya yang belum dijelasin haha). Tanya aku langsung deh ya, kalau perlu kita ngopi cantik (atau ganteng)? Tapi traktir ya!! Hahaha.

Yaudah, segitu dulu ceritanya (udah panjang kali, bukan segitu doang lol), next bersambung ke post berikutnya tentang gimana jalan-jalanku di Korea, ke mana aja, pakai baju apa, mana foto-fotonya, makan apa, jajan apa, dll dll. It was fun in Korea, so see u in my next post! 🙂

Hope you have a wonderful day!

Much Love,

Clara