Korea · Travel

Musim Gugur di Korea #persiapan

So. Okay. 

Perjalanan ke Korea kali ini disponsori oleh: KEGALAUAN HAQIQI. Lol, canda. Jelas disponsori oleh kocek pribadi, yang memang dipersiapkan untuk liburan tahun ini (2016). Yea, I simply need a holiday. (Really? It was THAT simple?) Hell no. Absolutely not. But then bakal jadi super panjang curhatnya, so we’ll skip that one.

So, I love doing things alone, tapi untuk liburan ke luar negeri literally sendirian, ini pertama kalinya. So why Korea? (Udah jelas kan ya ini ke Korea Selatan, kalau Korea Utara I might not be here alive to tell you guys what happened there lol). Okay, jadi jawaban dari pertanyaan kenapa Korea, adalah, I don’t know, aku pun bingung kenapa Korea. Haha sebel gak?

So actually I hate Korea (sorry fellow K-Pop fans, you are all great and like, super cool, it’s just me and myself, so.. no offense). Semua tentang Korea, I hate it. You name it deh, dari bahasanya, muka orang-orangnya, lagu-lagunya (walaupun I listen to some Korean songs misalnya 2NE1 Fire, Lonely, sama apa tuh yang liriknya “Ne ga ching calaka~” wkwk gatau deh nulisnya gimana, BigBang Blue, Love Song, sama Psy yang Daddy). Oke, sebenernya bukannya aku benci semua hal tentang Korea, tapi I just don’t like it. Terutama sama cowok-cowoknya yang kecewek-cewekan banget sih. Apalagi kalau udah joget…. OMG dragon (astaganaga).

Seenggak suka itu, sampai aku pernah pergi ke SchoolFood di Lotte Avenue untuk beli Cheese Toppoki (it was delicious, by the way), tapi cuma karena di SchoolFood selalu disetel lagu-lagu K-Pop, they even have one big screen gitu yang nyetel video klip K-Pop, aku sampai harus take away makananku dan makan di kursi yang buat duduk-duduk itu, yang deket eskalator. All that hassle cuma karena gak mau makan sambil diiringi lagu K-Pop lol.

Okay, so long-story-short, awalnya aku maunya liburan ke Mauritius tapi gagal (ini ceritanya agak panjang kenapa gagal, so I might gonna write another post about it), terus pilihannya ganti antara ke Turki, New Zealand, Azerbaijan & Kazakhstan, Dubai, tapi batal juga, dan pilihan terakhir antara Jepang sama Korea. Planning ini aku buat di bulan Oktober, lumayan mepet karena aku harus pergi bulan November. Kenapa harus November? Ini juga panjang (dan bikin males) ceritanya, tapi intinya aku gak mau ada di Indonesia bulan November. Sebelumnya, untuk Mauritius aku rencanain semuanya sendiri, mulai dari bikin itinerary, cari tiket pesawat, tour guide, hotel dan lainnya, tapi untuk Jepang atau Korea aku memilih untuk pakai travel aja karena lebih praktis as I don’t have to plan anything, tinggal bayar doang and do what they tell me to do. Jadi aku pergi ke beberapa travel agent, waktu itu aku ke HIS Travel di FX Sudirman, terus ke Dwidaya Tour di Grand Indonesia, sempet googling-googling Panorama Tour dan berbagai travel agent lainnya, dan akhirnya, aku ke Garuda Indonesia Travel Fair yang diadakan tanggal 7-9 Oktober 2016 di Jakarta Convention Center, Senayan (aku datang di hari terakhir).

Masih dengan tujuan Jepang atau Korea, walaupun sempat kepikiran mau naik cruise aja muterin Malaka, Malaysia, Singapore, atau Thailand dan ngajak adek, cuma gajadi karena tanggalnya kurang pas. Pilihanku akhirnya condong ke Korea, travelnya pakai HIS Travel atau Smailing Tour. Untuk tanggal dan harga, hampir semua travel menawarkan harga yang competitif, masing-masing kasih keunggulan tersendiri. Pilihanku jatuh ke HIS Travel dan Smailing Tour karena tanggalnya pas, terus tempat-tempat yang mau dikunjungi juga cukup komplit, dan harganya menarik. Bedanya kemarin cuma kalau di paketnya HIS Travel ada Nanta Show dan dinner di Han River Cruise, sedangkan di Smailing Tour ada main-main di Everland. Kalau cuma mempertimbangkan itu sih, aku condong ke paketnya Smailing Tour karena ada ke Everland. Pas googling Everland itu apa dan keluarnya “Everland is South Korea’s largest theme park” wohohoho adrenalin langsung naik ngebayangin naik roller coasternya dan yesss I think I’ll go with this one!

Taaapiiii, jeng-jeng-jeng. Inilah sedihnya kalo travelling sendirian tapi nyarinya group tour karena gamau rempong: ada single supplement, Sodara-Sodara sekalian setanah air. Apa tuuuw single supplement? Jadi, kalau kita sendiri nih (bukan Bro, bukan artinya kalo lo single. Mbak-mbak travelnya mana peduli lo single apa taken!?), kan travelnya harus nyediain satu kamar untuk kita sendiri di hotel, otomatis kita bayarnya jadi lebih mahal karena bayar kamarnya sendirian, ga sharing sama orang. Jadi prinsipnya makin banyak orang yang ikutan jadi makin murah. Ini juga yang jadi alasan kenapa milih Korea instead of Jepang (selain karena jumlah harinya terlalu banyak untuk paket yang dimau, sedangkan jatah cuti tinggal dikit), karena single supplement ke Jepang 5 jeti sendiri cyin, sayang banget kan mending buat jajan atau oleh-oleh. Kalau ke Korea, single supplement cuma 3,3 jutaan. Nah, sembari mikir-mikir antara paket dari HIS Travel atau Smailing Tour, karena waktu itu udah hampir jam 3 sore (aku dateng sebelum jam 12 siang) dan udah kelaperan, akhirnya aku keluar JCC cari makan di Senayan City, tentunya sebelumnya udah babibu dulu sama mbak-mbak HIS Travel dan Smailing Tour. Aku minta mereka kabarin kalau ada yang single lainnya atau kalau ada yang mau diajak sharing biar gausah keluar uang buat single supplement. Ya kan walaupun cuma 3,5 juta, kalau bisa gausah bayar kenapa enggak, ya nggak?

Eh bener aja, emang jodoh gak kemana. Pas lagi makan, ditelvon sama mbak-mbak Smailing Tour, dikabarin kalau ada yang single dan udah setuju sharing (tentunya dia cewek karena kalo cowok ntar jadi taken beneran yeuuu). Yaudah deh aku langsung iyain, dan transfer DPnya, sekitar 3 jutaan. Enak juga bisa langsung transfer DP dan aku gausah balik lagi ke JCC.

Paket wisata dari Smailing Tour yang kupilih berangkat tanggal 9 November balik tanggal 15 November, jadi 7 hari 5 malam (7D5N), destinasinya ke Jeju Island, Mount Sorak, dan Seoul. Highlight dari paket ini adalah Jeju Island, Gyeongbok Palace,  Everland, Mysterious Road, Sunrise Peak, K-Live Show, serta dapat bonus foto group per keluarga, pakai Hanbok di Gyeongbok Palace, dan asuransi perjalanan. Pesawatnya pakai Garuda Airlines, hotel bintang 3, harga udah termasuk Airport Tax dan Flight Insurance, plus Visa Korea. Yang belum termasuk itu tip untuk tour guide selama di Korea (yang sebenernya lumayan signifikan juga sejumlah USD 44 which means sekitar 600 ribuan) dan tentu jajan-jajan dan belanja di luar program tur. Di bawah ini adalah perinciannya:

  • Tiket Garuda PP (plus tax 1%) : Rp. 8.471.880
  • Airport Tax & Flight Insurance : Rp. 4.150.000
  • Visa Korea : Rp. 650.000
  • Total biaya: Rp. 13,271,880

*catatan: harga ini dibuat pada saat nilai tukar rupiah terhadap dollar US: 1 USD = IDR 13.500

Nahh, kalau ditanya bawa uang cash berapa, ini juga dulu sempet bingung, nggak tau mesti bawa berapa untuk jajan-jajan lucu atau buat belanja. Kebetulan aku nggak terlalu into Korean make up, dan waktu itu nggak ada yang sibuk nitip barang-barang korea karena aku ke Korea gak bilang siapapun (kecuali ke keluarga) ceritanya sok misterius dan menghilang hahaha (iya tau super drama, bodoamat), jadi paling estimasi bakal habis di jajan makanan khas Korea aja, itu pun pasti cuma dikit karena aku gak suka-suka banget makanan Korea karena banyak sayurnya dan kebanyakan asem (misalnya Kimchi) haha. Waktu itu sempet ngobrol sama mas-mas Smailing Tour, dan memutuskan untuk bawa sejumlah 50.000 Won dengan 1 KRW = IDR 13 (waktu itu sih aku nukerin 1 Won = Rp. 12,8), di luar uang tip dalam bentuk USD (karena diminta begitu). Pertimbangannya, karena makan pagi siang malam ditanggung travel, gak bakal banyak belanja juga, dan kalaupun kurang ada kartu kredit. Tapi yah, sejujurnya, ternyata 50.000 Won itu sedikit bangettt hahaha. Nanti yah, di post berikutnya aku ceritain detail kenapa kok segitu itungannya sedikit, dan untung ruginya kalau bawa cash cuma sedikit.

Okay, jadi di bawah ini adalah rincian yang harus dipersiapkan untuk ngurus keberangkatan ke Korea, sebagian besar adalah persyaratan untuk dapat visa Korea. FYI, visa Korea jadinya lumayan cepet kok, waktu itu seingetku gak sampai seminggu udah jadi. Oh iya, list di bawah ini berdasarkan dokumen yang diminta sama travel agent ya, jadi disclaimer kalau ternyata untuk ngurus sendiri ada tambahan syarat atau dokumen, aku nggak tau yaa hehe.

  1. Paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan sebelum kepulangan
  2. Pas foto 2 lembar, background putih, ukuran 4×6
  3. Surat sponsor
  4. Print tabungan 3 bulan terakhir
  5. Referensi bank
  6. Form visa yang sudah ditandatangani (Form visa ini sudah dalam bentuk template dari kedubes Koreanya, nanti dikasih sama travel agent, kita tinggal ngisi terus tanda tangan)
  7. Fotokopi Kartu Keluarga
  8. Fotokopi KTP
  9. Fotokopi Akta Nikah/Cerai/Mati
  10. Surat Izin Suami (jika pergi tanpa suami)
  11. Surat Izin Sekolah (jika masih bersekolah) atau Kartu Pelajar
  12. Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT21) atau Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) (jika pemilik perusahaan)

Semua dokumen di atas harus dikumpulkan sekitar 2 minggu sebelum keberangkatan. Waktu itu aku ngirimnya pakai GoJek ke kantor Smailing Tour di Jalan Majapahit, Jakarta Pusat.

Sebelum berangkat, kami juga dibekali tips-tips seperti misalnya, info kalau soket charger di Korea itu yang mata dua (sama kayak di Indonesia), bagasi jangan lebih dari 30 kg, jangan bawa cairan di kabin pesawat lebih dari 100 ml. Terus sempet di telvon juga sama agent Smailing Tour mendekati hari keberangkatan, simply ngingetin untuk nuker duit ke Won, bawa pakaian hangat karena cuaca di Korea dingin (waktu itu di penghujung Autumn menuju Winter jadi sudah mulai dingin, tapi belum akan ada salju), dan jangan lupa bawa obat-obatan pribadi.

Well, aku sih fokus di persiapan wardrobe hahaha. Eh itu penting lho hahaha. Aku bahkan bikin list khusus dan ada riset tersendiri, misalnya, hari pertama aku akan kemana, aku akan pakai baju apa. Biar gak salah kostum, dan tentunya bisa all out kalau mau foto hahaha, dengan tanpa repot gonta-ganti baju dan tetap mengedepankan kenyamanan. Ya nggak?

Selain itu, aku juga ada bonding khusus (read: kenalan dan ngopi cantik) sama partner travelku yang mana kami dijodohkan untuk sharing kamar (ceilah) dan berkat dialah aku gak usah bayar single supplement muahaha.

Nah, jadi gitu deh cerita persiapanku untuk jalan-jalan ke Korea dengan group tour pakai jasa travel agent. Mungkin bisa jadi bayangan buat kamu-kamu yang mau traveling ke Korea sendirian, pakai group tour, atau yang mau ngurus sendiri (gak mau pakai travel agent). Ya kalau mau pakai jasa travel agent sih udah gausah terlalu repot ya haha.

So thank you for reading, kalian bisa langsung tanya-tanya aku kalau mau tau lebih detail soal contoh Surat Sponsor itu kayak apa, SPT21 wajib atau nggak, kalau nggak punya gimana, terus contoh form visa Korea kayak gimana, ngisinya susah nggak (wow banyak juga ya yang belum dijelasin haha). Tanya aku langsung deh ya, kalau perlu kita ngopi cantik (atau ganteng)? Tapi traktir ya!! Hahaha.

Yaudah, segitu dulu ceritanya (udah panjang kali, bukan segitu doang lol), next bersambung ke post berikutnya tentang gimana jalan-jalanku di Korea, ke mana aja, pakai baju apa, mana foto-fotonya, makan apa, jajan apa, dll dll. It was fun in Korea, so see u in my next post! 🙂

Hope you have a wonderful day!

Much Love,

Clara

Advertisements

One thought on “Musim Gugur di Korea #persiapan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s